Mempersiapkan Diri Bila Terjadi Risiko

Manajemen Risiko pribadi sangat penting, karena selama hidup kita menghadapi berbagai risiko, bahkan risiko itu demikian dekatnya dengan kita, yaitu anggota tubuh kita sendiri. Contohnya mata kita yang harus selalu kita lindungi, karena setiap saat bisa cedera dan mengganggu penglihatan kita.

Risiko Sangat Dekat dan Melekat Pada Kita

Risiko sakit dan cedera memang melekat pada kita semua. Apabila sakit ataupun cedera yang kita alami cukup berat, maka setiap saat kita bisa mengalami masalah keuangan untuk pengobatannya.

Tanpa melakukan manajemen risiko dengan baik, yaitu transfer risk ke pihak lain, pasti kita akan mengalami kesulitan atau paling tidak tabungan kita hilang.

Orang yang sakit dan cedera parah akan sulit bekerja. Apabila tidak segera disembuhkan, sakitnya akan berkepanjangan dan mengganggu produktivitasnya di kantor. Oleh karena itu setiap perusahaan menyediakan tunjangan pengobatan dan perawatan bagi karyawannya yang sakit. Sehingga dapat segera sembuh dan bekerja kembali.

manajemen risiko pribadi sangat penting

Negara juga memiliki Undang-Undang ketenagakerjaan, yang salah satunya mensyaratkan perusahaan untuk memberikan tunjangan biaya pengobatan dan rumah sakit. Perusahaan semakin dimudahakan sejak adanya BPJS, terutama bagi perusahaan-perusahaan kecil.

Namun untuk perusahaan besar, yang ingin memiliki karyawan yang berkualitas lebih baik, dan bagi pejabat-pejabatnya (management), mereka rela membeli tambahan asuransi untuk mendapatkan skema perawatan yang lebih dari BPJS. Terutama untuk biaya rawat inap dan tindakan terkaitnya, termasuk bedah dan biaya recovery paska bedah.

Risiko Sakit dan Cedera Badan

Kelas ruang perawatan sangat mempengaruhi kecepatan kesembuhan dan recovery pasien. Kenyamanan di rawat pada kamar privat, dimana tidak ada pasien lain, saat ini sudah menjadi kebutuhan. Namun ada harga khusus yang harus dibayarkan oleh pasien, atau keluarga pasien.

Oleh karena setiap asuransi yang dibelikan oleh perusahaan selalu terbatas (kecuali mungkin untuk Direksi), maka biasanya tidak setiap orang siap atau memiliki dana darurat, sehingga dapat menutupi selisih yang diberikan asuransi perusahaan dan yang harus dibayarkan ke rumah sakit (silahkan baca, atau tanyakan ketentuan asuransi kesehatan tempat anda bekerja).

loading...

Saya pernah mengalami hal seperti itu, dimana setelah operasi istri saya, ternyata harus membayar selisih yang cukup besar. Saat itu saya sama sekali tidak siap dengan uang cash. Kebetulan hampir semua dana saya simpan di deposito dan rekasadana, sehingga perlu waktu untuk mencairkannya.

Hampir saja saya memakai semua limit kartu kredit saya, tetapi untung perusahaan tempat saya bekerja mau membantu (Ingat tidak semua perusahaan sebaik tempat saya bekerja).

Oleh karena itu kebutuhan jaminan biaya rawat inap rumah sakit, agar memperoleh ruang perawatan yang nyaman, menjadi mutlak. Memang yang utama adalah rawat inap, karena untuk biaya pengobatan sakit yang tidak perlu rawat inap (disebut rawat jalan) biasanya tidak terlalu besar. Bahkan kita bisa datang ke klinik rujukan BPJS, dan tidak perlu bayar apa-apa karena sudah kita bayar dengan iuran bulanan.

Ingin mencari jaminan asuransi rawat inap yang fleksible? Silahkan hubungi saya di email shtobing@gmail.com, twitter: @shtobing atau whatsapp (maaf text only) di 0812.8383.92.31.

Pada saat semua tenang dan tidak ada masalah biasanya orang sering lalai. Akibatnya tidak disiplin dalam mengumpukan dana darurat. Tetapi ketika risiko terjadi, banyak yang tidak siap. Oleh karena itu anda harus mulai menyiapkannya. Makin cepat (di usia muda) anda mengikuti programnya, makin murah juga premi yang dibayarkan.

Risiko Kematian Karena Kecelakaan Perjalanan

Risiko lainnya yang juga melekat di diri kita adalah risiko cedera, sakit bahkan meninggal dunia karena kecelakaan. Kecuali anda hanya diam di dalam rumah, tidak ke mana-mana walaupun hanya ke taman di sebelah rumah, maka risiko kecelakaan di perjalanan sangat kecil. Tetapi semakin sering anda melakukan perjalanan, semakin besar risiko kecelakaan selama perjalanan.

Apabila anda sering melakukan perjalanan udara, maka apabila terjadi risiko kecelakaan penerbangan, kemungkinan besar adalah anda meninggal dunia. Mungkin anda baru sadar, bahwa setiap naik pesawat terbang kita semua harus siap meninggal dunia. Kemungkinan terjadinya (Probability) memang kecil, akan tetapi kita dan keluarga harus siap menghadapinya.

Itu hanya contoh, agar anda bisa mulai mengidentifikasi risiko-risiko apa yang sering anda hadapi. Misalnya apakah anda menggemari “touring”, naik sepeda motor yang biasanya dalam rombongan, menjelajahi jalan raya menuju satu kota ke kota lain. Maka akan meningkatkan peluang anda mengalami risiko kecelakaan dan meninggal dunia di jalan raya.

loading...

Risiko Tidak Bisa Hilang, Hanya Probability Berkurang

Uraian saya di atas, baik sakit, cedera dan meninggal, tujuannya adalah untuk membuat anda sadar, bahwa kita hidup bersama dengan risiko. Oleh karena itu segala kemungkinan terjadinya risiko harus diantisipasi. Antara lain:

  1. Jaga kesehatan, turuti protokol kesehatan, agar tidak sakit dan dirawat
  2. Hindari aktivitas yang dapat membuat cedera (selalu hati-hati dan waspada setiap saat)
  3. Naik penerbangan yang paling baik di dunia, walaupun pernah kecelakaan tapi jarang terjadi
  4. Merawat sepeda motor dengan rutin, pastikan remnya bekerja dengan baik
  5. Kendarai dengan hati-hati, jaga kecepatan dan selalu dalam rombongan
  6. dan lain sebagainya

Namun silahkan anda perhatikan, setiap upaya di atas tidak akan menghilangkan risiko cedera, sakit, di rawat di rumah sakit dan meninggal dunia. Risikonya tetap di sana, namun peluang terjadi memang menjadi lebih kecil. Tapi tetap bisa terjadi entah kapan.

manajemen risiko pribadi sangat penting

Siapkah Anda?

Siapkah anda menghadapi semuanya? Bagi yang belum siap sebaiknya, setelah membaca tulisan saya ini, segera mulai mepersiapkan dana darurat. Paling mudah dan aman, dibandingkan anda kelola sendiri, adalah dengan membeli proteksi dari asuransi.

Bagi yang merasa siap, silahkan anda evaluasi sendiri. Apakah Identifikasi risiko yang anda jalankan sudah benar, sehingga anda sudah on-track dalam menjalankan proses Risk Management. Dan dilanjutkan dengan pertanyaan apakah evaluasi, control dan monitoring sudah dijalankan dengan konsisten. Bila belum, segera lakukan perbaikan.

Bagi anda yang ingin berdikusi lebih lanjut terkait Risk Management diri pribadi, silahkan hubungi saya via email, twitter dan WA (text only di atas), atau dengan meninggalkan pesan di kolom di bawah ini.

Semoga dapat meningkatkan kesadaran semua pembaca, perlunya mempersiapkan dana darurat, sebagai bagian dari proses manajemen risiko pribadi. Transfer risiko anda, dan yang paling mudah dan aman adalah membeli perlindungan (kontrak polis) asuransi.

God bless you, God bless Indonesia.

@shtobing

Call Me
First