HYPNOSIS SPEAKING (MEMPENGARUHI ORANG SAAT BERBICARA)

Hallo para pembaca sekalian, anda pasti pernah mendengar orang berbicara, baik berbicara dengan anda langsung, atau dalam kelas seperti guru, seminar atau berbagai pertemuan lainnya termasuk rapat dan mendengarkan pidato orang lain.

Selama mengikuti aktivitas di atas, pasti anda pernah sangat tertarik mendengarkan, bahkan terpesona dan selalu menganggukan kepala.

Kebalikannya bisa terjadi, anda tidak menikmati cara sang pembicara berkata-kata, anda sehingga merasa ingin segera pergi.

Kadangkala anda ingin mengalihkan pembicaraan, bahkan mungkin anda merasa muak ingin muntah mendengarkannya.

Waspada hypnosis speaking, jangan sampai terjerat
Politikus busuk tidak bermartabat dan tidak jujur, mereka suka mempengaruhi orang dengan hypnosis speaking
Pembicara Memuakan

Pasti 2 (dua) hal tersebut, senang atau muak mendengarkan pembicara pernah anda alami.

Kalau sang pembicara adalah atasan anda, maka terpaksa anda mendengar sampai pembicaraan yang membosankan selesai.

Begitu selesai anda bersorak dalam hati, karena lega.

Sebelum selesai anda pasti “ngedumel” dan mengatakan banyak hal yang tidak baik (diem lu… ngarang aja lu… bosen…!!!

Selanjutnya perkataan: jam berapa nih jam berapa?!!! Banyak banget yang harus gua kerjain, hadeuh masih nyerocos lagi nih orang!!), akan terlintas di dalam pikiran anda.

Anda harus hati-hati, jangan sampai apa yang terpikirkan di kepala anda meluncur keluar melalui mulut anda. Anda bisa dibuang ke kutub utara 🙂

Hypnosis Speaking

Note: apa yang saya maksud dengan Hypnosis di sini bukan seperti hipnotis di film-film, atau gendam, tetapi teknik berbicara untuk membuat para pendengarnya mau percaya!

Kalau ada orang yang berbicara dengan anda, tapi pembicaraannya tidak ada gunanya, atau pembicaraannya ngawur termasuk bohong, tetapi anda tetap mendengarnya dengan seksama, maka bisa dipastikan sang pembicara itu menguasai HYPNOSIS SPEAKING.

Hypnosis spekaing atau teknik berbicara yang diatur sedemikian rupa (tentu hasil dari latihan terus menerus), sehingga dapat mempengaruhi audience (pendengar) nya.

Teknik ini banyak digunakan di dunia perdagangan termasuk perdagangan eceran.

Tujuannya: banyak orang tertarik, percaya, MERASA PERLU dan akhirnya membeli, tapi tidak lama kemudian baru disadari bahwa benda tersebut tidak berguna.

Menyesal memang datang belakangan, kalau datang duluan namanya….?

Walau Bullshit Tapi Anda Percaya

Teknik tersebut juga digunakan oleh para politikus, mereka dengan tekniknya masing-masing ingin menguasai pikiran pendengarnya, sehingga memilih mereka (saat kampanye).

Mereka memilih kalimat-kalimat dan melatih teknik mengatakannya, yang dibuat sedemikian rupa, sehingga orang terprovokasi, misalnya mau berunjuk rasa walau tidak tahu apa tujuan unjuk rasa.

Paling parah adalah kalau teknik tersebut dipakai untuk menipu rakyat, sehingga rakyat mendengarkan perkataannya dan menerima dengan senang hati. Padahal semua yang dikatkan adalah bullshit.

Para politikus sangat senang menggunakan teknik tersebut, salah satunya adalah untuk mempermudah kerja mereka.

Jadi walaupun mereka tidak bekerja tidak ada rakyat yang protes, karena rakyat sudah terhipnosis dengan teknik bicaranya.

Bahkan rakyat, atau kalayak ramai, tidak mempermasalahkan jika terjadi penyimpangan-penyimpangan anggaran, bahkan dengan perkataannya ia seperti orang jujur dan suci, dan kadang seperti orang yang dizolimi oleh lawan politiknya.

Ia tampil dan berkata-kata seperti seorang yang tidak bersalah, dan seringkali menyalahkan orang lain.

Sehingga orang-orang yang biasanya beringas pada orang lain, menjadi tekuk lutut kepadanya.

Teknik Supaya Tidak Ter”Hipnosis”

Banyak teknik yang bisa kita pelajari untuk tidak terpengaruh, atau terbujuk rayu oleh para politikus yang ahli menggunakan Hypnosis Speaking.

Salah satu teknik untuk memitigasi pengaruh dari pelaku Hypnosis Speaking adalah:

  • Kumpulkan data dan informasi sebanyak-banyaknya bila mendengar dia bicara, serta
  • langsung lakukan konfirmasi kalau ada perbedaan.

Apabila sang pembicara ada di tempat lain, atau kita hanya mendengarnya melalu Radio atau TV, dan kita tahu ada perbedaan data, maka anda harus segera mengatakan BOHONG LU!

Bisa dilanjutkan dengan memindahkan chanel TV yang anda tonton.

Jangan terlalu lembut dengan sang pembicara yang sedang menggunakan teknik untuk membohongi kita. Selain itu tidak perlu berargumentasi dengan mereka, karena ketika berargumentasi dia akan mengeluarkan lagi jurus Hypnosis Speakingnya, karena dia berupaya terus agar anda terpengaruh.

Sekarang anda praktekan, lihat TV atau dengar radio dan dengarkan Politikus maupun Gubernur yang mungkin sedang berbicara menyanggah berbagai hal yang “menyerang” dia.

Lalu bandingkan dengan realita, data dan logika, dan begitu anda tahun dia berbohong, segera katakan: BOHONG LU! atau kata-kata lain seperti: INGAT BOHONG DOSA!

Semoga tulisan ini dapat mengurangi jumlah orang yang tunduk dan mau melakukan apapun karena bujuk rayu lawan bicaranya, atau bujuk rayu politikus busuk.

Baca juga: Waspada Politik Identitas

God bless you, God bless Indonesia

@shtobing

Add a Comment