ORANG PANDAI: CEK DAN RICEK (CHECK AND RECHECK)

Setiap orang pasti ingin dikatakan orang pandai, smart, terpelajar, bahkan memiliki intelegensia tinggi. Sehingga semua orang selalu ingin belajar, belajar dan belajar lagi. Ingin mencari tahu, meneliti dan menguji, dan dapat meyakinkan orang lain bahwa ia memang benar-benar orang pandai, terpelajar dan smart.

Tidak susah untuk melihat orang bijak dan benar-benar pandai…. semua terpancar dari prilaku dan pikirannya.

Orang yang benar-benar pandai dan terpelajar tahu bahwa tidak ada yang jadi secara mendadak, segala sesuatunya tidak ada yang instant. Segala sesuatunya itu memerlukan proses, apalagi untuk menjadi pandai dan berprestasi. Tidak ada yang benar-benar instant, bahkan mie instant itu sebelum dibungkus untuk menjadi mie instant memerlukan proses yang panjang. Dari perseiapan bahan baku, adona, pemebnatukan mie, pemasakan dan proses menjadi mie kering (yang kelak cukup dengan dituang air panas akan berubah menjadi mi siap saji). Bahkan bagi orang beragama, TUHAN sendiri menciptakan alam semesta dan isinya tidak dalam sekejap.

Orang pandai pasti akan melakukan penelitian, pengamatan dan pengujian sebelum memutuskan segala sesuatunya. Sehingga apabila ada orang yang tanpa melakukan penelitian, pengamatan dan pengujian langsung memberikan keputusan, bisa dipastikan dia orang BODOH! Orang bodoh memang tidak mengerti bahwa segala sesuatunya itu tidak ada yang instan, mereka tidak tahu karena memang akal dan kemampuan berpikirnya tidak sampai ke sana. Ukuran otaknya mungkin sama, tetapi mungkin jalur-jalur neuron di dalamnya serba buntu, sehingga tidak dapat digunakan. Jadi jangankan melakukan pengamatan dan pengujian, untuk berpikir saja mereka tidak bisa. Oleh karena itu apabila anda suka langsung mengambil kesimpulan, bahkan yang lebih parah adalah mudah percaya dengan perkataan orang lain, bisa dipastikan jalur neuron di otak anda buntu, dan anda layak disebut ORANG BODOH!

Oleh karena itu apabila ada sebuah berita, contohnya yang baru-baru ini yang secara singkat menyudutkan Agnes Monika yang menyatakan tidak mau disebut orang Indonesia. Bila anda langsung percaya, dan anda tidak mampu mengkiritisi dengan “apa mungkin?”, “masak sih?”, atau dengan pertanyaan lain lalu melakukan penelitian dan verifikasi lebih lanjut, berarti anda orang bodoh. Begitu juga berbagai berita lainnya, kritisi, tanyakan dan verifikasi, jangan langsung berkomentar atau menyebarkan beritanya sebelum anda mendapatkan konfirmasi kebenaran berita itu.

Orang bodoh selalu terburu-buru, mereka ingin terkenal karena diakui orang sebagai yang pertama, dan akhirnya menjadi pecundang. Orang pandai akan mengamati dengan baik, mempelajari dan mengambil kesimpulan yang benar, sehingga jadi pemenang. Anda tipe yang mana? Mari jadilah tipe orang pandai, suka belajar, mengamati, meneliti dan tidak terburu-buru.

Semoga bermanfaat, God bless you, God bless Indonesia.

@shtobing

Add a Comment

Show Buttons
Hide Buttons