BERDOA SALING MENGUATKAN

Hallo para pembaca sekalian, apakah anda pernah mendengar berita sedih dari saudara anda, dari rekan anda, dari orang-orang di sekitar anda atau dari setiap orang yang secara langsung maupun tidka langsung anda kenal? Atau mungkin kita mendengar dan melihat peristiwa sedih dari orang yang mengalami kecelakaan, atau peristiwa menyedihkan lainnya, walau kita tidak kenal mereka tetapi kebetulan kita ada di sekitar mereka? saya yakin kita semua pernah mengalami salah satu dari peristiwa sedih tersebut, atau salah satu dari kabar sedih di atas.

Kabar sedih sudah pasti datang tiba-tiba. Tiba-tiba orang yang kita kenal penuh dengan keceriaan mengalami sakit yang “menakutkan”. Tiba-tiba orang yang sering bercanda dengan kita meninggalkan dunia fana ini. Tiba-tiba orang yang kita kenal baik kecurian atau kerampokan atau terkena hipnotis sehingga barang-barang berharga yang dikumpulkan dari jerih payahnya bertahun-tahun hilang lenyap. Tiba-tiba terjadi kecelakaan yang mengenaskan dan orang yang baru saja bersama-sama melayani jemaat Tuhan harus meninggalkan kita selamanya. tiba-tiba kenalan yang sudah lama mendambakan anak harus kehilangan sang jabang bayi karena keguguran. Tiba-tiba.., semua serbah tiba-tiba dan menimbulkan kesedihan bagi kita semua.

Kita sering melihat kesedihan terjadi pada rekan, saudara, tetangga, orang-orang yang kita kenal lama maupun orang yang baru kita kenal. Dan acapkali mereka datang dan menumpahkan kesedihannya kepada kita. Tapi seringkali juga mereka tidak menumpahkan kesedihannya tetapi menunjukan ketegaran atas peristiwa yang mereka alami. Mereka menegakan langkah dalam menyongsong masa depan, dan tidak mau terlihat patah, tidak mau terlihat lemah, tidak mau terlihat goyah. Mereka terus berprestasi, mereka terus melayani dan mereka terus melangkah untuk mendukung orang lain yang mungkin mengalami kesedihan sebagaimana yang mereka alami. Mereka orang-orang luar biasa yang menjadi panutan bagi saya. Untuk orang-orang yang mau menumpahkan kesedihannya dan atau menunjukan ketegarannya dalam menghadapi permasalahan, saya hanya bisa mendoakan mereka.

Ada yang menasehati saya dan mengatakan bahwa mendoakan seseorang itu adalah hal yang sangat berharga dan utama, sehingga tidak layak kita katakan “hanya”, karena dengan doa kepada TUHAN Yang Maha Kuasa kita telah mendukung lebih dari kebutuhan fisik orang yang kita doakan. Tetapi sebagai manusia biasa saya tetap merasa kurang “membantu” ketika saya tidak dapat memberikan “sesuatu”, baik dalam bentuk material maupun non material. Ketika bertemu dengan orang yang sedang bersedih, apalagi sampai menumpahkan kesedihannya, maka saya merasa sangat kurang karena saya bukan orang yang dapat menghibur orang lain dengan kata-kata, saya bukan orang yang dapat menguatkan orang lain dengan nasehat-nasehat, saya bukan orang yang saya rasa dapat mengangkat orang yang sedang bersedih itu dari keterpurukan. Kembali saya katakan saya hanya bisa mendoakan dia, menyebut namanya dalam doa-doa memohon agar TUHAN yang turun tangan menguatkannya. Dan ketika berdoa sebenarnya doa itu tidak semata-mata saya arahkan kepadanya, tetapi saya merasakan bahwa doa-doa yang saya panjatkan itu menguatkan saya juga.

Saya bukan orang yang dapat menyampaikan kata penghiburan, bahkan apabila saya lakukan maka air mata saya pasti akan berdera-derai, yang membuat saya semakin lemah untuk menguatkan orang lain. Oleh karena itu saya memilih mendengarkan saja, mendengarkan tanpa mengucapkan sepatah kata. Mendengarkan dengan seksama setiap kata yang ditumpahkannya, dan semua itu saya jadikan sebagai dasar dalam mengangkat doa saya kepada TUHAN Yang Maha Kuasa. Saya tidak dapat menyampaikan kata-kata penguatan, bukan hanya saya tidak pernah mengalami hal-hal yang menyedihkan sebagaimana ia alami, tetapi saya tahu bahwa saya juga bukan orang yang lebih kuat dari dia. Dengan doa, maka segala kekuatan yang tak terhingga, yang hanya ada pada TUHAN Yang Maha Esa yang menurut saya pantas menguatkan dan menghibur mereka yang sedang bersedih.

God bless you, God bless Indonesia.

@shtobing

Add a Comment

Show Buttons
Hide Buttons