INGAT BOHONG ITU PENYAKIT!

Hallo para pembaca sekalian, apakah anda suka berbohong? Apakah anda tidak sadar kalau anda berbohong? Atau anda merasa selamat dan nyaman ketika berbohong? Atau anda merasa berdosa setelah berbohong, sehingga segera melakukan koreksi dan mengakui kebohongan anda?

Sadarlah sebelum kebohongan anda menjadi penyakit!

Kalau anda tidak sadar bahwa anda suka berbohong, atau bahkan diam-diam dikenal orang sebagai pembohong, maka itu berarti tingkat kebohongan anda sudah masuk kategori PENYAKIT! Penyakit itu dikenal di dunia kedokteran (psikologi) dengan nama Mythomania, berikut ini adalah penjelasannya:

Mythomania merupakan suatu kebiasaan seseorang untuk berbohong demi mendapat perhatian lebih akan situasi atau masalah yang dihadapi. Kondisi ini dibawa oleh kebiasaan pribadi yang secara segaja dan tanpa disadari dapat merugikan orang lain bila mereka percaya pada situasi yang tengah dibahas dan dikatakan oleh seseorang dengan mythomania.

Perhatian khusus yang diharapkan oleh penderita mythomania cenderung mempermudah mereka bersosialisasi dengan orang banyak tetapi dengan kebohongan yang berlebihan.

Banyak faktor penyebab seseorang mengidap mythomania, terutama disebabkan adanya kegagalan dalam hidup seperti urusan keluarga, sekolah, masalah kuliah, pertemanan, pekerjaan, dan sebagainya.

Orang dengan mythomania sangat mahir dengan kebohongan. Orang biasa pun mudah sekali mempercayai keadaan sehinga dapat mudah sekali terjermus ke dalam ‘dunia lain’ yang diceritakan.

Tetapi tidak semua penderita mythomania dapat tetap mempertahankan gambaran kebohongan dari dirinya. Jika ia ketahuan berbohong ia akan lepas kendai dengan memutar kalimat-kalimat yang telah dikatakannya agar dapat menarik kebohongan yang telah diucapkan.

Cukup jelas ya apa itu penyakit pembohong. Ciri-ciri anda punya penyakit ini adalah apabila anda merasa nyaman sehabis berbohong, perhatikan itu, apabila anda merasa nyaman setelah berbohong maka anda harus percaya bahwa anda memang sakit. Apabila setelah membaca tulisan di atas anda masih memutuskan untuk berbohong, atau menjadikan kebohongan sebagai tameng, maka anda harus segera mencari psikolog untuk memulai terapi agar anda bisa menghilangkan penyakit pembohong itu.

Ingat penjahatpun tidak suka pada pembohong, apalagi orang baik. Mereka semua akan menjauhi pembohong bahkan memusuhinya.

Semoga bermanfaat. God bless you, God bless Indonesia.

@shtobing

Add a Comment

Show Buttons
Hide Buttons