FRAUD TINDAKAN KECURANGAN

Hallo para pmebaca sekalian, anda semua pasti tahu apa itu fraud. Namun karena beragamnya para pembaca kemungkinan masing-masing memiliki kriteria yang berbeda, sehingga sesuatu tindakan yang dianggap fraud namun oleh pihak/orang lain dianggap bukan fraud. Bisa jadi karena kebiasaan yang selama ini terjadi, misalnya anggapan ahwa fraud itu harus terkait nilai yang besar, sehingga tindakan kecurangan yang kecil nilainya tidak dianggap sebagai fraud. Oleh karena itu kita harus menyamakan persepsi dahulu, apa itu fraud:

Pelaku fraud pandai bermain kucing-kucingan, sehingga susah dideteksi.

fraud/frôd/ noun: wrongful or criminal deception intended to result in financial or personal gain. Untuk pengertian dalam bahasa Indonesia: Fraud (kecurangan) merupakan suatu perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh orang-orang dari dalam dan atau luar organisasi, dengan maksud untuk mendapatkan keuntungan pribadi dan atau kelompoknya yang secara langsung merugikan pihak lain.

Jadi fraud kita sepakati adalah perbuatan curang termasuk penipuan yang ditujukan untuk memperoleh keuntungan (dan merugikan pihak lain). Oleh karena itu sekecil apapun pengaruh keuangan atas tindakan kecurangan adalah masuk kategori fraud. Misalnya mengambil aset perusahaan untuk dimiliki selamanya, baik aset itu hanya sebuah bolpen atau sebuah mobil, semuanya masuk kategori fraud.

Fraud harus dipandang sebagai tindakan yang sangat tercela dan layak memperoleh hukuman yang setimpal. Pelaku fraud harus segera ditindak apabila tidak maka akan membuat pihak lain meniru dan melakukannya. Akibatnya apabila itu terjadi di sebuah perusahaan, yaitu pembiaran atas tindakan fraud dimana pelaku tidak dihukum, akan mengakibatkan perusahaan hancur karena pengerusakan dari dalam.

Fraud biasanya memang terjadi di sebuah perusahaan. Oleh karena itu tindakan tegas (sanksi) bagi siapapun yang melakukan fraud harus di deklarasikan sejak awal perusahaan berdiri, dan harus terus dilanjutkan oleh Presiden Director yang menjabat, menjadi Tone at The Top yang berkesinambungan dan terus menjaga gaung anti fraud di perusahaan. Bagi perusahaan yang sudah menerapkan Management Risiko pasti akan meletakan risiko fraud sebagai salah satu Top Risk mereka, sehingga bisa setiap saat dimonitor agar bisa segera diantisipasi apabila risikoi terjadi.

Perusahaan harus benar-benar serius menjalankan aktivitas yang bertujuan untuk memitigasi fraud, tidak cukup hanya membuat kebijakan, Keputusan ataupun Standard dan Prosedur semata. Pelaksanaan prosedur dan pengujian yang terus menerus perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya fraud. Kita harus terus waspada karena fraud akan semakin sulit dideteksi apabila dilakukan bersama-sama, beberapa kasus kerjasama belibatkan proses dari hulu ke hilir maka seringkali kita baru sadar setelah terjadi kerugian yang besar. Oleh karena itu sangat diperlukan cara untuk mendetksi (kemungkinan) terjadinya fraud.

Fraud/kecurangan yang dilakukan bersama-sama dan berulang kali tanpa ada yang ditangkap dan dihukum, mengakibatkan peristiwa fraud akan terus berulang dan menjadi besar. Warning dari berbagai pihak harus kita hargai dan tindak lanjuti sebelum menjadi besar. Upaya memadamkan warning dan menutup mulut pelapor kecurangan harus dilawan dengan sungguh-sunggu, apabila tidak, maka fraud akan merusakan kultus bangsa Indonesia.

Semoga bermanfaat. God bless you, God bless Indonesia

@shtobing

Add a Comment

Show Buttons
Hide Buttons