TIPS SEHAT: PISANG KEPOK KUNING JANGAN DIGORENG!

Hallo para pembaca sekalian, apakah anda cukup mengenal jenis-jenis pisang? salah satunya yang akan saya bahas di sini adalah pisang kepok (kuning). Bagi penggemar pisang goreng pasti mengenal yang namanya pisang kepok kuning, karena kelezatannya yang terkenal, apalagi dimakan dalam kondisi hangat (tidak lama setelah digoreng).

Pisang Kepok Kuning, tidak perlu digoreng!

Selama ini saya juga mengenal pisang kepok sebagai pisnag yang enak untuk digoreng, dan saat saya kecil orangtua saya juga sering merebus pisang kepok kuning, yang kami nikmati di pagi hari atau di sore hari saat udara dingin. Bahkan pisang kepok goreng maupun rebus sangat sering kami nikmati bersama dengan teh manis hangat, atau kopi hangat. Bagi pembaca yang pernah menikmatinya pasti dapat membayangkan betapa nikmatnya pisang kepok rebus dan pisang kepok goreng itu.

Di beberapa daerah seperti Manado dan Maluku, pisang kepok juga dimakan dengan sambal. Mungkin anda terkejut sebagaimana saya dulu juga terkejut dan merasa aneh ketika ada hidangngan pisang kepok (setengah matang) yang direbus dan disertai dengan sambal. Ya, pisang kepoknya masih setengah matang, bahkan masih muda/mentah, direbus, dan sambalnya (yang paling saya sukai) adaah sambal roa.

Pisang Kepok Kuning tidak perlu direbus tetap sangat nikmat

Selama ini saya pikir pisang kepok hanya enak digoreng maupun direbus saja, apalagi ptoses seperti itu yang saya kenali sejak kecil. Ternyata baru beberapa bulan ini saya memperoleh info dari seorang ahli kesehatan, bahwa pisang kepok kuning yang matang sangat baik untuk kesehatan, jadi bila dimakan begitu saja (tidak digoreng atau direbus terlebih dahulu) dan dikunyah dengan baik, badan kita akan menyerap kandungan gizinya dengan baik, bahkan mampu menjaga kesehatan lambung kita dari maag atau kelebihan asam ambung!

Awalnya saya tidak percaya, tapi setelah mencari referensi sang ahli kesehatan itu yang memang cukup kredibel, maka saya jadi ingin mencobanya. Pisang kepok kuning sangat mudah didapatkan, mungkin karena bukan seperti pisang lain yang biasa dikonsumsi tanpa digoreng atau direbus, seperti pisang raja buluh, pisang barangan, pisang ambon, atau pisang emas. Dengan mudah saya memperolehnya dari tukang pisang yang biasa lewat depan rumah saya, harganya juga cukup murah.

Saya mulai mengkonsumsi pisang kepok tanpa direbu atau digoreng (sebagai info saya juga sedang mengurangi “gorengan” termasuk kerupuk). Dan saya langsung merasakan manfaatnya, selain ternyata tidak kalah enak dengan pisang ambon dan pisang raja buluh, saya merasakan lambung saya nyaman, bahkan buang air besar lebih mudah daripada ketika saya makan pisang raja buluh atau ambon (dan tetap padat). Manfat gizi lainnya saya belum merasakannya, mungkin akan terasa apabila saya mengkonsumsinya terus dalam jangka panjang.

Bagaimana dengan kepok putih? Kepok putih adalah salah satu jenis pisang kepok yang biasa (sepengetahuan saya) dikonsumsi oleh burung. Sehingga ketika suatu saat saya tidak memperoleh kepok kuning (ada yang memborongnya kata si tukang pisang), saya mencoba kepok putih. Memang rasanya tidak seenak kepok kuning, akan tetapi saya merasa manfaatnya terhadap lambung dan buang air saya tidak jauh berbeda, mungkin berbedanya di kandungan gizinya saja.

Sudah beberapa bulan ini saya mengkonsumsi kepok kuning, begitu juga anak saya yang pernah mengalami asam lambung tinggi dan hingga menimbulkan gert, sejauh ini kami telah merasakan manfaatnya, dan akan terus mengkonsumsinya menggantikan pisang raja buluh atau pisang ambon. Saya sarankan anda juga bisa mulai mencobanya, tidak perlu di rebus apalagi di goreng (ingat minyak goreng tidak baik untuk kesehatan).

Semoga bermanfaat menambah alternaitf cara hidup sehat kita semua. God bless you, God bless Indonesia.

@shtobing

Add a Comment

Show Buttons
Hide Buttons