PENDIDIKAN TINGGI TAPI TIDAK BISA KERJA, PERCUMA!

Ada seorang yang berpendidikan tinggi yang sekarang sedang menjadi pemimpin di suatu daerah. Orang-orang mungkin merasa dia pandai padahal dia hanya pandai bicara dan bersilat lidah, membuat banyak orang-orang terpana dan memilih dia, akibatnya sudah pasti anda duga bukan? Kecewa!

Sang pemimpin supaya berbeda membuat keputusan-keputusan, yang bagi saya tidak layak disebut sebagai kebijkan, karena menurut saya sama sekali tidak bijaksana. Bayangkan saja bagaimana bisa disebut bijaksana kalau segala sesuatu yang sudah tertata dirubah demi sekedar berbeda, dan setiap perubahan seringkali dibumbuhi dengan kritikan ke pemimpin yang sebelumnya.

Tapi akibatnya apa? Ada suatu daerah yang sekarang kembali parah karena banyak orang-orang yang mencari rejeki dengan seenaknya, di sana juga ada area yang ingin dikembalikan ke masa lalu yaitu langganan tergenang dan kumuh, dan parahnya tidak ada terobosan yang baru yang layak dibanggakan untuk mengendalikan permasalahan utama daerah itu: Macet, sampah, banjir, dan keamanan. Ijin keramainan berkeliling juga dia berikan, dengan alasan yang menyudutkan pemerintah sebelumnya, tetapi dia tidak memaksimalkan kemanaan yang akhirnya ada beberapa perkelahian masa.

Beberapa hari lalu dia mengijinkan orang luar daerahnya untuk datang mencari nafkah di daerah yang dia pimpin, dan dengan gayanya selalu mengangkat kepentingan orang kecil serta nyinyir pada lawan politiknya, terutama orang yang memecat dia saat dia ditugaskan menjadi mentri tetapi tidak berprestasi apa-apa. Apa yang terjadi kalau penduduk luar daerahnya datang berbondong-bondong mencari nafkah? Yang pertama adalah persaingan kerja semakin ketat bagi penduduk daerah yang dia pimpin, saya hanya bisa kasihan orang-orang yang masih susah kerja di sanan, dan yang kedua adalah keamanan, sekali lagi keamanan, tawuran saja belum mampu dikendalikan masih mengajak orang datang dan meramaikan daerahnya!

Jadi siap-siap ya lapangan kerja anda direbut oleh para pendatang dari luar, kalau pemerintah yang dulu berusaha melindungi penduduk daerah itu dan mempermudah menjaga keamanan, kalau dia malah mengundang orang datang, semoga para pemilihnya insaf dan tidak memberi dia kembali membuat daerahnya menjadi ke masa lalu yang tidak jelas itu.

Semoga dapat mencerdaskan bangsa Indonesia untuk memilih orang yang benar-benar mampu dengan bukti, bukan hanya yang pandai berkata-kata dan merayu.

God bless you, God bless Indonesia.

Add a Comment

Show Buttons
Hide Buttons