ATURAN MEMBAWA CAIRAN DAN GEL KE BAGASI ATAU KABIN PESAWAT

Hallo para pembaca sekalian, karena saya jarang naik pesawat terbang, maka saya sering lupa aturan membawa cairan atau benda berupa gel ke pesawat baik bagasi maupun kabin. Sehingga saya pernah terpaksa meminum setengah botol air mineral, saat pemeriksaan tas ke kabin, sebelum saya buang sisanya. Berikuta aturan yang saya yakin akan berguna bagi kita semua:

Dalam peraturan penerbangan internasional yang diberlakukan untuk seluruh maskapai penerbangan, mengenai aturan membawa cairan ke bagasi pesawat. Hal ini telah diatur oleh ICAO (International Civil Aviation Organization). Cairan berupa liquid, aerosol, gel (LAG) mempunyai Batasan dan aturan tersendiri.

Berdasarkan surat ICAO  Nomor: AS 8/11–06/10 tentang Recommended Security Control Guidelines for Screening LAGs. Pada 6 Maret 2007 Pemerintah Indonesia melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara mengeluarkan SKEP/43/III/2007. Tentang Penanganan Cairan Aerosol dan Gel (Liquids, Aerosol and Gels) yang Dibawa Penumpang Ke Dalam Kabin Pesawat Udara Pada Penerbangan Internasional sebagai regulasi nasional.

Berdasarkan faktor kemanan yang dikeluarkan oleh ICAO bertujuan untuk mewaspadai aksi terorisme yang menggunakan bendar cair untuk melakukan aksi teror. Semua bentuk cairan yang termasuk LAG harus dicurigai sebagai bahan peledak. Akan tetapi maskapai mempunyai ketentuan khusus, untuk membawa cairan ke bagasi pesawat.

LAG Liquid, Aerosol, Gel adalah sebagai berikut:

  • Minuman (air mineral, jus, minuman kaleng)
  • Parfum
  • Hairspray
  • Gel (gel rambut)
  • Krim (body lotion, minyak angin, balsem)
  • Kosmetik (mascara,lipgloss)
  • Pasta (odol, selai roti)
  • Cairan lensa kontak

Semua barang-barang LAG di atas ini menjadi barang bawaan penumpang yang akan dicurigai. Baik itu yang dibawa sendiri oleh penumpang sebelum masuk bandara, atau yang dibeli dari toko duty freeyang berada di bandara.

Aturan khusus yang membolehkan calon penumpang membawa benda cair ke pesawat, yaitu:
  • Barang-barang LAG seperti minuman, krim, parfum, semprotan, gel dan pasta gigi, harus berada di dalam tempatnya. Untuk bisa dibawa ke bagasi, mempunyai syarat dengan kapasitas maksimum 100 ml atau 100 mg.
  • Jika dalam kejadian Anda membawa botol yang ukurannya lebih dari 100 ml. Itu juga akan ditahan, walaupun isinya tinggal dikit karena batas ukuran botol juga.
  • Barang-barang yang mengandung cairan LAG yang ingin dibawa ke dalam kabin pesawat. Harus dimasukkan ke dalam kantung plastik yang bisa dibuka-tutup.
  • Setiap penumpang diperbolehkan hanya membawa satu kantung plastik transparan saja. Dengan ketentuan, total volume benda cair yang dibawa tidak boleh lebih dari 1 liter.

Tapi peraturan membawa cairan ke bagasipesawat juga mempunyai pengecualian, yang hanya berlaku untuk obat-obatan, susu dan makanan bayi.

Kantong Plastik Transparan

Saat membeli barang cairan di Duty Free, anda akan diberi kantong plastik transparan. Kalau tidak silahkan anda minta, karena ini bertujuan agar petugas keamanan bandara dapat memastikan, kalau barang yang dibeli di dalam wilayah bandara oleh penumpang itu benar. Sehingga sudah teruji kemanannya untuk dibawa ke bagasi pesawat.

Kantong Plastik TransparanBarang dalam bentuk LAG harus dimasukkan dalam kantong plastik tranparan berukuran 30 cm x 40 xm. Tujuannya untuk menandakaan barang-barang tersebut, telah diperiksa dan bisa dibawa ke dalam kabin pesawat.

Segel Kemasan

Segel pada barang barang LAG harus dalam kondisi masih baik dan tidak rusak. Ini bertujuan agar sesuai aslinya dan tidak berupa komponen lain, agar tiidak membahayakan keselamatan dan keamanan penerbangan.

Minuman ber-Alkohol silahkan titip ke Cabin Crew

Ini bertujuann agar penumpang yang membeli minuman berakohol tidak terlalu banyak mengonsumsinya. Demi menjaga kenyamanan di dalam pesawat, saat membawa cairan ke bagasi pesawat.

Selamat melakukan perjalanan dengan pesawat terbang dan selamat sampai tujuan.

God bless you, God bless Indonesia

@shtobing

Add a Comment

Show Buttons
Hide Buttons