GOLPUT: GOLONGAN PENGECUT

Hallo para pembaca sekalian, saya pernah diskusi terkait golput, dan dari hasil diskusi tersebut sebenarnya orang yang tidak memilih (abstain) bukanlah hal yang salah bahak merupakan bagian dari demokrasi. Kalau muncul masalah-masalah di beberapa waktu terakhir, itu adalah akibat dari orang yang tidak mengerti….” Ampuni mereka Tuhan, karena mereka tidak mengerti apa yang mereka perbuat.”

Tidak mengerti bahwa absatain itu berbeda dengan Golput! Kita lihat asal muasal kata Golput:

Hallo…buluh ku putih bersih….tapi gak pernah menyebut diriku Golongan Putih…

Sebagian orang menyebut dirinya Golput, dengan harapan siapapun yang nanti terpilih, dan bekerja dengan tidak baik bukanlah tanggung jawab nya. Ini adalah pemikiran yang salah, karena dalam proses demokrasi semua rakyat terlibat atas terpilihnya seorang kandidat, baik terlibat secara langsung maupun tidak langsung. Sehingga mau dia abstain dan tidak memilih, dia tidak bisa menyebutkan dirinya Golput (Golongan Putih) dan tidak mau dilibatkan dalam proses pemilu. Dia tidak bisa menyebutkan: “Pokoknya aku tidak terlibat! Tidak bisa! Karena semua yang dihasilkan dalam proses pemilu, baik kita aktif atau pasif, adalah menjadi tanggungjawab kita semua, tidak ada seorangpun bisa bebas dan menyebut dirinya tidak terlibat atas hasil pemilu.

Abstain adalah hak semua warga negara demokrasi, akan tetapi jangan menyebut diri anda Golongan Putih dan orang lain yang memberikan suaranya bukan Golongan Putih (apa maksudnya golongan hitam?), tetapi tetaplah diam! Dari penjelasan singkat di atas, menurut saya sebenarnya GOLPUT itu tidak tepat disebut Golongan Putih, tapi GOLONGAN PENGECUT, ya mereka adalah orang-orang pengecut yang tidak jantan ikut bertanggungjawab atas proses demokrasi di Indonesia tetapi menyebut dirihnya putih! Lebih baik kalau abstan anda diam, dan ketika yang terpilih adalah ornag yang tidak benar anda juga harus mengkritisi dia!

Saya mengingatkan bagi anda yang ingin menjadi Golongan Pengecut, lebih baik anda cegah, dan mari memilih presiden yang sama dengan saya: Joko Widodo (Jokowi) dan Amir, karena a kita kenal banyak orang bermasalah, dan membawa-bawa agama, maka sudah sewajibnya kita menjaga kondisi negara kita ini dengan memilih calon yang baik, pekerja keras, sederhana dan jujur.

Semoga bermanfaat, God bless you, God bless Indonesia

@shtobing

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Show Buttons
Hide Buttons