TAKSI BANDARA SOEKARNO HATTA

Hallo para pembaca sekalian, apabila anda menggunakan jasa penerbangan dan mendarat di Bandarra Soekarno Hatta, maka salah satu yang berkesan adalah kelengkapan angkutan untuk menuju kota atau daerah yang kita tujuh selanjutnya. Di Bandara Soekarno Hatta anda akan menemukan berbagai moda transportasi, dari Taksi, Bus, LRT (Light Rail Transit atau Kereta ringan), bahkan ojeg pun ada.

Kali ini saya akan berbagi pengalaman menggunakan Taksi, yang dibandingkan beberapa tahun yang lalu sudah sangat jauh berbeda, tidak ada lagi orang-orang yang menyambut dan mendekati kita menawarkan taksi gelap, kita tinggal menuju lokasi mesin antiran, dan mengambil nomor antrian di sana. Sangat mudah, akan tetapi dibandingkan kota Metropolitan di negara tetangga, seperti Singapore, Kuala Lumpur dan Bangkok, menunggu taksi di Bandara Soeta merupakan momok tersendiri, terutama bagi antrian taksi tertentu yang diidolakan oleh mayoritas orang, pengalaman saya selalu memperoleh nomor urut ke 100 bahkan lebih. Jadi misalnya, seperti beberapa hari lalu, nomor antrian yang sedang dilayani 831 dan nomor yang saya peroleh 964.

Selamat datang id Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta

Pengalaman saya beberapa hari lalu itu saya mendarat dari Makassar jam 19.40 wib, mengambil antrian sekitar jam 19.50 wib dan baru memperoleh taksi jam 20.40 wib, jadi hanya 50 menit saja. Sebenarnya waktu 50 menit ini bukan murni semua antrian terlayani, tetapi karena banyak ornag yang tidak sabar sehingga mereka meninggalkan area antrian. Saya lihat beberapa orang pindah ke taksi lain yang lebih banyak karena tidak selaku taksi idola yang sedang saya tunggu. Sementara karena saya menggunakan voucher kantor, maka saya terpaksa menunggu taksi idola ini.

Welcome to Soekarno Hatta Airport Terminal 3

Selama menunggu saya harus menajamkan pendengaran, karena nomor urut kita akan disebutkan oleh petugas taksi tersebut, padahal ada monitor TV untuk urutan nomor tetapi entah mengapa tidak bekerja dengan baik.

Sang petugas di kelilingi antrian calon penumpang taksi, sehingga seringkali nomor yang dia teriakan tidak terdengar dari tempat duduk antrian. Jadi setelah nomor 840 dipanggil, saya segera berdiri mendekati sang petugas taksi. Lebih baik berdiri sebentar daripada nomor kita terlewat, tapi akibatnya calon penumpang yang menunggu di kursi, terhalang badan saya dan tidak mendengar teriakan sang petugas dengan jelas.

Petugas tersebut saya perhatikan menggunakan aplikasi antrian di ponselnya, tapi mungkin karena sinyal lemah sehingga angka di monitor tidak sinkron dengan angka di ponsel.

Saran saya bagi anda yang jarang ke Soekarno Hatta, dan ingin naik taksi idola, sebaiknya setelah mengambil nomor langsung perhatikan di petugas, kalau anda duduk di belakang antrian, maka begitu ada orang yang meninggalkan kursi di depan, segera anda pindah ke depan mendekati sang petugas. Repot kalau sudah antri lama dan nomor kita terlewatkan.

Bagi operator taksi idola, saya sarankan aplikasinya diganti dan diberikan sinyal yang kuat sehingga menyesuaikan angka antrian di monitor secara realtime. Untuk jumlah taksinya sendiri saya yakin anda dapat menghitung kebutuhan taksi tersebut di jam-jam padat, sehingga tidak banyak calon penumpang yang pindah ke taksi lain.

Semogoa bermanfaat. God bless you, God bless Indonesia.

@shtobing

Add a Comment

Show Buttons
Hide Buttons