MEMBANGUN 191 RIBU KM JALAN DESA

Hallo para pembaca yang di sana, apakah para pembaca sedih melihat salah satu calon presiden yang grogi (pada saat debat), tidak begitu menguasai masalah bahkan lebih banyak mengakui pernyataan calon presiden petahana? Saya bukan pendukungnya tetapi saya turut merasa sedih, karena even itu ditonton seluruh dunia, sehingga dunia pasti menilainya sebagai kualitas calon presiden Indonesia, mestinya lebih berbobotlah…

Para pembaca pasti setuju bahwa kualitas debat terutama data yang mendukung debat itu tergantung dari team sukses nya. Tergantung dari kualitas team yang ditugaskan memenangkan dia. Oleh karena itu saya sampaikan kepada sang calon, Pak Prabowo, anda harus mengevaluasi team anda yang saya pribadi menilai sangat tidak profesional, tidak speak by data. Contohnya adalah tanggapan team anda tentang pembangunan jalan desa yang menurut petahana, selama ia dipercaya menjadi presiden, adalah 191.000 km (seratus sembilan puluh satu ribu kilometer).

Team anda itu menilai mana mungkin membangun 191.000 km, memangnya sim salabim, bahkan membubuhi diameter (2 x radius) bumi saja hanya sekitar 12.000 km, dan biar lebih meyakinkan dia membubuhi juga: membangunnya kapan? Sangat lugu, atau bodoh atau memang dia sengaja? akibatnya menurut saya menjadi duri dalam daging anda. Lihat ilustrasi berikut:

Dari jumlah desa di Indonesia (BPS 2018), bila rata-rata dibangun 3 km, maka total 251 ribu km….191 ribu mah kekecilan.

Apakah memang jalan sepanjang itu mengada-ada? Masak si ada jalan sepanjang itu? Mari kita lihat panjang jalan di kota-kota dengan contohnya data statistik di bawah tentang panjang jalan di Jakarta:

Jakarta saja panjang jalannya lebih dari 6 ribu km (radius bumi 6.371 km), jadi ditambah dengan beberapa panjang jalan di kota lain maka 12 ribu km (diameter bumi) itu tidak ada artinya.

Untuk membuat anda (pak capres) makin melek, silahkan anda hitung sebuah desa itu kira-kira berapa km jalanannya? Apakah hanya 1 km atau sangat banyak yang lebih dari 10 km? Lalu dengan usia pemerintahan yang 4 tahun, maka membangun jalan (misalnya) 10 km/desa itu tidak perlu lama (coba deh amati sendiri pembangunan jalan berapa lama waktunya untuk 10 km), atau dia pikir membangunnya bergantian ya? setelah desa 1 lalu dilanjutkan desa ke 2 dan seterusnya…? kalau iya maka terlihat makin parah daya nalarnya.

Kembali ke panjang jalan, kalau anda tidak yakin lihat saja di desa anda, berapa km panjang jalannya. Jadi jelas panjang jalan 191.000 km itu bukan mengada ada, tetapi menurut saya team sukses anda yang pengetahuannya perlu diupgrade, atau gampangnya diganti saja daripada blunder.

Oleh karena itu saya himbau pak Capres dan Pak Cawapres untuk mengevaluasi team sukses anda, jangan punya team sukses yang kelihatan hebat karena suka ngomong doang tetapi pilih team sukses yang memang cerdas dan hebat serta speak by data. Saya tidak akan memilih anda, tetapi paling tidak di mata dunia saya tidak malu dengan kualitas capres Indonesia.

Semoga bermanfaat, God bless you, God bless Indonesia.

@shtobing

Add a Comment

Show Buttons
Hide Buttons