MEMANCING DI AIR KERUH

Hallo para pembaca sekalian ingat dan mengerti apa arti pepatah Memancing di Air Keruh? Pasti anda semua mengerti pepatah tersebut atau paling tidak tahu maksudnya. Kalau belum tahu, maksud dari pepatah itu adalah “mencari keuntungan di suasana kacau (chaos)”. Contohnya, saat ada kebakaran biasanya suasana sangat kacau, orang panik menyelamatkan diri dan harta bendanya, selain itu ada juga yang panik tergesa-gesa mencari air untuk memadamkan api. Nah suasana seperti itu adalah kesempatan yang sangat baik bagi pencuri untuk menjalankan aksinya, misalnya dia pura-pura membantu menyelamatkan harta benda seseorang, tetapi bukannya diselamatkan malah dibawa lari dan disembunyikan untuk dia miliki. Dalam suasana seperti itu sangat sedikit (atau bahkan tidak ada) orang yang memperhatikan tingkah si pencuri, sehingga ia bebas mencuri tanpa takut tertangkap. Kalau ada yang memergokinya, dengan mudah dia berkilah bahwa dia bertujuan menyelamatkan barang tersebut.

Suasana chaos bisa terjadi di masa-masa kampanye, sehingga memberi kesempatan pihak lain yang ingin merusak kesatuan bangsa Indonesia, dia bisa berdiri di dua pihak untuk ikut memanaskan suasana dan mencapai tujuannya memecah belah bangsa Indonesia dan menguasainya! Waspada-waspada!

Di masa-masa pemilu sangat terbuka kesempatan untuk memancing di air keruh, karena saat itu kondisi bangsa Indonesia terpecah pada perbedaan pendapat dan pilihan. Masing-masing ingin memenangkan pilihannya, sehingga segala hal buruk terkait lawan politik sangat mereka sukai. Begitu juga istilah-istilah yang mendiskreditkan pihak lawan sangat mereka sukai. Baca: http://www.hallothere.net/?p=3320 

Begitu juga bila ada seseorang (sebut si Mawar) yang mengejek kubu lawan, maka mereka anggap orang (si Mawar) itu adalah temannya. Misalnya ada orang yang memaki pihak lain Cebong, maka pihak yang merasa dirinya berada di pihak Kampret akan senang, dan merasa bahwa si Mawar itu berada di pihak yang sama dengan dia. Begitu juga sebaliknya, ketika ada orang memaki Kampret maka orang yang merasa di pihak Cebong bertepuk tangan.

Saat seperti itulah pihak ketiga yang ingin memecah belah bangsa Indonesia bergerak, mereka terus menerus membuat kalimat-kalimat provokatif di kedua belah pihak, bahkan mereka mempersiapkan data dan informasi yang menusuk hati kedua pihak dengan istilah-istilah agama, semua diputar balikan agar suasanya semakin keruh, termasuk memecah belah keluarga kandung, suami dengan istri, mertua dengan menantu, orangtua dengan anak, begitu juga para sahabat dan kerabat lainnya. Tujuan mereka: Pecah belah dan Kuasai.

Dengan perkembangan Media Sosial seperti saat ini, dimana sangat sulit untuk memperoleh identitas akun-akun provokatif, bahkan mereka sering menggunakan nama yang berpihak kepada salah satu pihak, misalnya (ini hanya ilustrasi kalau ada kesamaan mohon maaf): @BeraniMatiUntukJokowiAmin atau @SiapMatiUntukPrabowoSandi dan lain sebagianya, maka semua pihak harus semakin waspada!

Waspadalah bangsa Indonesia, jangan biarkan pihak lain memancing di air keruh, mencari kesempatan menghancurkan dan menguasai bangsa ini. Silahkan berbeda pilihan dan terus mendukung pilihan anda, tetapi selalu bersikap bijaksana dan dewasa dalam menyelidiki pilihan anda dari sumber yang kredibel, tanya hati nurani anda dan tentukan pilihan anda. Setelah itu selalu komit bahwa siapapun pemenangnya karena dipilih mayoritas rakyat harus kita dukung untuk memajukan bangsa Indonesia.

Semoga bermanfaat. God bless you, God bless Indonesia

@shtobing

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Show Buttons
Hide Buttons