PEMBUNUH INOVASI

Hallo para pembaca sekalian, apakah anda termasuk orang yang menyukai inovasi? Apakah anda adalah orang yang percaya inovasi adalah salah satu cara untuk berkembang dengan pesat? Apalagi kalau anda adalah seorang enterprenur, pasti anda adalah orang yang sangat meyakini bahwa perusahaan anda akan tertinggal bahkan mati bila tidak melakukan inovasi.

Kalau anda pemilik perusahaan atau orang yang dipercaya mengelola perusahaan untuk berkembang, dan anda melihat perusahaan yang anda kelola tidak cukup berinovasi, dimana salah satu ciri perusahaan tidak cukup melakukan inovasi adalah: sering tertinggal dari kompetitor! Maka menurut saya anda pantas membaca pemikiran saya berikut.

Melalui tulisan ini saya ingin berbagi kepada anda mengapa gereget inovasi mandek di tempat anda, yang saya tulis berdasarkan pengalaman saya sekian puluh tahun mendorong anggota team saya (di berbagai bagian yang pernah saya pimpin) untuk selalu berinovasi.

Tulisan ini saya beri judul PEMBUNUH, ya pembunuh, karena matinya semangat berinovasi tidak lain karena dibunuh, sengaja maupun tidak sengaja! (Seringkali tidak sengaja tetapi hanya karena ketidak pahaman berinovas). Siapa yang melakukan pembunuhan itu? Tidak lain dan tidak bukan adalah: Manusia!

Apa yang membunuh inovasi? Seperti pembunuh berdarah dingin terkejam di dunia, yaitu: manusia!

Pengalaman saya bagaimana terjadinya pembunuhan inovasi (bahkan pembunuhan ini terjadi di perusahaan yang selalu melakukan perlombaan untuk berinovasi di karyawannya) adalah:

  1. Pihak yang melakukan seleksi ide inovasi bukanlah seorang inovator, sehingga mereka tidak bisa melihat masa depan dari inovasi yang diajukan
  2. Pemikiran bahwa inovasi harus segera menghasilkan nilai (dalam uang) yang besar, kalau nilainya kecil, misalnya hanya puluhan atau belasan juta maka inovasi seperti itu akan di drop atau diabaikan
  3. Seleksi inovasi dilakukan seperti ujian skripsi, tesis atau disertasi, sehingga sang inovator menjadi gentar, dan ketika salah atau tidak berhasil menjawab dengan benar maka inovasinya dianggap gagal
  4. Orang yang ditugaskan menilai sebuah inovasi sering kali sudah memiliki asumsi sendiri, tidak ada upaya untuk menggali lebih dalam atau melihat sendiri upaya yang sudah dilakukan sang inovator, sehingga inovasi ngawur asal kelihatan keren bisa dinilai hebat, sedangkan sebuah inisiatif lain yang benar-benar sebuah inovasi yang memiliki masa depan luar biasa bisa dinilai buruk. Bahkan yang lebih merusak adalah menuduh sebuah ide tidak otentik, tanpa cek dan ricek atau diskusi/konfirmasi dengan sang inovator!
  5. Politik, ya politik di sebuah perusahaan bisa sangat berbahaya, karena bukan saja membunuh sebuah inovasi tetapi bisa membunuh kinerja karyawan yang berprestasi. Politik di sini biasanya karena ada pihak yang merasa terusik bila inovasi tersebut terwujud, atau ada yang takut kalau ada pihak lain yang terusik, sehingga dia berusaha membatalkan inovasi tersebut dengan berbagai cara
  6. Tidak ada feedback yang cukup detil kepada semua inovasi yang “dianggap tidak berhasil”, atau tidak ada pengawasan atas inovasi yang “menang” apakah berlanjut atau tidak
  7. Tidak ada dokumentasi yang mencukupi atas sebuah inovasi, sehingga ketika beberapa tahun kemudian inovasi sejenis muncul kembali tidak ada team penilai yang menyadarinya, sehingga inovasi tersebut “menang”, lebih parah lagi kalau tidak ada upaya menggali informasi dari para pelaku sejarah di perusahaan itu atau mungkin sudah resign.
  8. Sebenarnya ada beberapa hal lain, tetapi dengan 7 hal di atas menurut saya sudah dapat membuka wawasan anda

Apabila anda adalah pemilik sebuah perusahaan, atau orang yang bertanggungjawab atas pertumbuhan dan kemajuan sebuah perusahaan, mulailah melihat beberapa point yang saya tulis di atas, sebagai dasar untuk mulai mengevaluasi pelaksanaan inovasi di perusahaan anda. Sebaiknya anda turun lebih dalam lagi untuk mengevaluasinya, karena sebagai enterprenuer pasti anda sadar inovasi adalah salah satu hal yang membuat sebuah perusahaan terus maju pesat dan sustain.

Semoga bermanfaat.

God bless you, God bless Indonesia

@shtobing

3 Comments

Add a Comment

Show Buttons
Hide Buttons