POLITIK: TIDAK ADA MUSUH ATAU TEMAN ABADI

Hallo para pembaca semua, saat ini banyak sekali teman-teman dan saudara saya yang diombang-ambingkan oleh suasana politik, ada yang jadi bermusuhan gara-gara berbeda pendapat dan berbeda idola :). Bahkan walau tidak bermusuhan, tetapi suasana kurang nyaman dan dibumbuhi dengan suara-suara keras (setengah membentak) untuk saling meyakinkan lawan bicara seringkali timbul di sekitar kita. Padahal sebagaimana tulisan saya yang lalu Awas jangan mau dipolitisir! dan Jangan mau diadu domba oleh politikus berusaha mengingatkan kita semua untuk tidak jatuh ke dalam MULUT POLITIKUS.

Contoh berikut dari seorang anonymius (red: saya dapat dari anonim tapi menurut sdr Hafiz – lihat kolom comment di bawah – ini adalah tulisan seniornya, saya lihat memang seniornya itu menulis tanggal 8 Mei) mungkin bisa membuat kita melek kembali, dan insaf agar tidak terjerat dengan KATA-KATA POLITIKUS:

Tidak Ada Musuh atau Teman yang abadi

Mari sama-sama kita renungkan…

Prabowo itu calon wapres yang berpasangan sama Megawati (Pilpres 2009), Fadili Zon itu juru kampanye Jokowi Ahok dengan baju kotak-kotaknya di Pilgub 2012.

Anies itu tim sukses Jokowi-JK plus mantan menteri pendidikan, setelah sebelumnya Anies salah satu capres versi konvensi Partai Demokrat, partai besutan SBY.

Lanjut….

SBY itu menterinya Mega, maju nyapres bareng JK dengan didukung penuh Surya Paloh. Sekarang Suryo Paloh mesra banget sama Mega, dab belakangan ini saya tidak pernah lihat ia berdekatan dengan SBY.

Selanjutnya giliran JK nyapres bareng Wiranto melawan SBY-Boediono yg didukung om Ical…. Lalu kemana om Ical? Sekarang dekat dengan Prabowo yg dulu kompetitornya di Pilpres 2009.

Masih ingat Amien Rais? Ia lebih unik lagi, menggulingkan Gus Dur sehingga Mega naik jadi presiden. Padahal sebelumnya tidak sudi Mega jadi presiden, dan menginisiator agar Gus Dur jadi presiden.

Pilpres berikutnya Amien berseberangan dengan SBY (2004) dan Prabowo (2009), karena begitu anti dengan Prabowo karena dianggap pelanggar HAM. Eehhh, sekarang Amien akrab banget dengan Prabowo, Padahal katanya pada 1998, Amien adalah target pemerintah masa itu untuk “diamankan”.

Bagaimana dgn PKS?
Semua juga sudah tahu ceritanya. Para kadernya berusaha menjatuhkan Prabowo pada Pilpres 2009 dan Pilkada DKI 2012. Sekarang, kelihatannya susah memisahkannya.

PKS dan Gerindra selama masa SBY adalah musuh bebuyutan, karena Gerindra begitu mesra bersama PDIP dalam status oposisi, sementara PKS masuk koalisi di Setgab SBY.

Bahkan sekarang Fadli dan Fahri udah kayak ipin dan upin. Tapi anehnya, Fahri gontok-gontokan dengan PKS yang mana sebagian para bosnya begitu dekat dengan Prabowo.

Yang terbaru di luar negeri juga terjadi, semua tahu sejarahnya bagaimana Mahatir “menyingkirkan” Anwar Ibrahim, dan kini ketika Mahatir kembali untuk menyelamatkan Malaysia, ia segera menyatakan akan mempersiapkan Anwar Ibrahim menggantikannya 🙂 🙂

Jadi jangan kaget kalau kalau besok-besok, boleh jadi pembenci Jokowi menjadi pembela Jokowi, Denny Siregar jadi pembela Prabowo. Nothing is impossible in politic especially in this country. Makanya istilahnya adalah “bermain politik”, karena ini hanyalah sebuah permainan. Bukan ideologis. Dalam politik itu, tidak ada kawan sejati atau musuh abadi, yang ada adalah kepentingan yang abadi. Politik kepentingan jauuuuhhhh mengalahkan ideologi, partai maupun golongan.

Mari kita rakyat biasa ini ingat, bahwa politik itu permainan yg dinamis. Jangan korbankan teman, saudara, tetangga hanya berbeda pilihan politik hari ini, yang wajar wajar aja lah, tidak perlu emosional. Mereka yang di atas ketawa ketiwi aja ngeliat kita berdebat kusir, menghabiskan energi dengan saling mencela pilihan orang lain. Jangan sampai salah ada yang ngomong KENA…DEH LU….

Baca juga:
– Politik asal bukan loe, asal temen gua (saat ini)
– Ulama Kok Gitu?

Semoga bermanfaat.
GBU, God Bless Indonesia
@shtobing

2 Comments

Add a Comment

Show Buttons
Hide Buttons