AYO…JADILAH CERDAS

Hallo para pembaca sekalian, sudah baca tentang ide racun kalajengking presiden Jokowi baru-baru ini? Ide yang langsung di respon ramai-ramai oleh orang yang tidak menyukainya, dengan berbagai cara mereka menggorengnya, bahkan ada seseorang yang punya follower banyak menyarankan “buat saja sebuah pulau khusus pelihara kalajengking dan pekerjanya Tenaga Kerja Asing (TKA)”.

Saya bukan fans berat presiden Jokowi, hanya saya punya prinsip siapapun presiden yang dipercaya lebih dari 50% penduduk Indonesia ya harus diberi kesempatan menyelesaikan tugasnya. Jadi apabila ada orang tanpa dasar yang dapat dipertanggungjawabkan (hanya berdasar gosip, atau masih perlu pembuktian lebih lanjut: Ciri-ciri orang tidak bisa dipercaya) terus mengganggu kerja presiden saat ini dengan teriakan-teriakan gosip-gosip bahkan dengan fitnah, bagi saya mereka itu orang yang tidak berpendidikan. Gelar boleh banyak, tapi hanya sekedar gelar untuk keren-kerenan. Dan sikap seperti itu bagi saya adalah sikap dari POLITIKUS JALANAN, NGGAK PERLU MIKIR, TERIAK DULU URUSAN BELAKANG! (baca juga: Mereka itu politikus PANIK!)

Nah kembali ke ide Jokowi tentang racun kalajengking, sebelumnya kan ada kalimat, yang intinya daripada korupsi ya cari upaya/ide untuk jadi kaya, dan beliau memberi contoh ide racun kalajengking, bahkan kemudian ada tentang jangan buang-buang waktu…bla…bla…bla..Jadi Konteksnya jelas, menghimbau orang untuk jangan korupsi, dan jangan buang-buang waktu. Lalu contoh sebuah ide yang selama ini bagi sebagian besar bangsa Indonesia tidak terpikirkan: racun kalajengking! Racun/bisa ular sudah sangat terkenal dan menjadi industri yang biasa kita dengar, dan sekarang ada racun kalajengking. Nah apa itu maksudnya menyarankan semua orang Indonesia berternak kalajengking? Tentu bukan, tetapi: 1. Jangan Korupsi 2. Cari ide-ide baru untuk memperoleh penghasilan (bukan dari korupsi apalagi menipu!).

Di tempat kerja saya saat ini, yaitu Astra, salah satu perusahaan swasta terbesar di Indonesia, kami biasa mencari ide-ide dari Apple untuk inovasi, Rumah sakit untuk pelayanan, bahkan rokok dan permen untuk merambah ke dunia retail. Begitu juga PT Kereta Api Indonesia, Chevron, Telkomsel dan banyak lagi. Setelah kami mencari ide ke sana (bench marking) apakah lalu kami beralih memproduksi Handphone (seperti Apple), atau bangun Rumah Sakit, atau membuat Pabrik Rokok, permen, menjadi operator Kereta Api, atau merambah masuk ke Industri perminyakan (seperti Chevron) atau membangun industri telekomunikasi? sama sekali tidak, apa yang kami pelajari adalah ide-ide dan pemikiran untuk berinovasi dan membuat karyawan kami terbuka wawasannya dan semakin kreatif, lalu membuat terobosan-terobosan di perusahaan kami.

Nah begitu…, jadi bagi siapapun yang merasa ikut seru mengomentari pemikiran/ide residen Jokowi dengan dangkal, hati-hati anda sudah menjadi kepanjangan para politikus jalanan. Apapun jabatan anda saat ini, kalau anda hanya mempermasalahkan “racun kalajengking” saja, maka anda harus introspeksi diri. Kecuali kalau anda memang teman-teman para koruptor yang sakit hati disuruh hidup dengan kalajengking.

Semoga bangsa Indonesia semakin cerdas, dan terbebas dari para koruptor (baca juga: Hasil Korupsi itu dilaknat oleh TUHAN YANG MAHA ESA) dan dijauhkan dari para politikus jalanan.

Semoga bermanfaat.
GBU
@shtobing

Add a Comment

Show Buttons
Hide Buttons