Hallo para pembaca sekalian, di tengah-tengah masa pemilu yang sangat terbuka, sangat berbeda dengan masa pemilu di era kekuasaan Suharto, yang bagi saya sangat tertutup, kita hanya memilih wakil wakil yang sudah ditentukan partainya, dan setelah itu mereka memilih presiden. Dan kita harus menerima apa adanya, mau keberatan? Siap-siap lah dengan segala risikonya. Pemilu kali